Selasa, 18 Juni 2013

VALIDASI METODE ANALISIS PENETAPAN KADAR SENYAWA SIKLAMAT DALAM MINUMAN RINGAN



Bahan dan Peralatan



Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah standar natrium siklamat, methanol HPLC  grade,  kalium  dihidrogen  fosfat  (KH2PO4),  akuades,  akuabides,  sample minuman ringan.




Peralatan  yang  digunakan  adalah  KCKT  UV,  kolom  C18,  neraca  analitik, peralatan gelas (labu ukur, gelas ukur, corong, pipet mohr, pipet volumetrik, pipet tetes, dan tabung reaksi), penyaring Millipore, kertas saring, vakum penyaring, bulp dan sudip.




 




Prosedur




Ø  Kondisi HPLC




Kolom: 12 cm x 4.6 mm Nucleosil 




Detektor: UV set pada panjang gelombang  200 nm




Volume injeksi: 20 uL




Mobile phase: methanolkalium dihidrogen fosfat 0.0125 mg/L  (KH2PO4)  




Ø  Preparasi standar




Larutan baku diperoleh dengan menimbang sebanyak 100 mg standar Na




siklamat, dimasukkan  ke  dalam  labu  100 mL  dan  dilarutkan  dengan fase




gerak sampai tanda tera, dihomogenkan (larutan mengandung 1000 ppm).




Persiapan standar yang akan digunakan dengan membuat deret standar yang




memiliki konsentrasi 10, 25, 50, 100, 200, 300, 400, 500, 600, 700,800, 900




dan 1000 ppm. Konsentrasi tersebut diperoleh dengan memipet 0.1, 0.25, 0.5,




Prosiding PPI Standardisasi 2009.




           




Ø  1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, dan 10 mL larutan baku standar siklamat 1000 ppm




Masing-masing dilarutkan dengan menggunakan fasa gerak hingga batas tera




dan dihomogenkan.




Ø  Preparasi Sample




Ditimbang kurang lebih 0.5 gram sample kemudian tambahkan larutan fase




gerak hingga tanda batas, dihomogenkan dan disaring. Filtrat yang dihasilkan




kemudian dimasukkan ke dalam vial. Larutan siap untuk diinjeksikan.




 





Elektrolisis



Elektrolisis adalah peristiwa penguraian elektrolit dalam sel elektrolisis oleh arus listrik.
Dalam sel volta/galvani, reaksi oksidasi reduksi berlangsung dengan spontan, dan energi kimia yang menyertai reaksi kimia diubah menjadi energi listrik. Sedangkan elektrolisis merupakan reaksi kebalikan dari sel volta/galvani yang potensial selnya negatif atau dengan kata lain, dalam keadaan normal tidak akan terjadi reaksi dan  reaksi dapat terjadi bila diinduksi dengan energi listrik dari luar. 

Contoh sel Volta adalah sel Daniel, reaksi total sel Daniell adalah  :

Zn + Cu2+  → Zn2+ + Cu   E
0 = 1,1 V

Andaikan potensial lebih tinggi dari 1,1 V diberikan pada sel dengan arah kebalikan dari potensial yang dihasilkan sel, reaksi sebaliknya akan berlangsung. Jadi, zink akan mengendap dan tembaga akan mulai larut.

Zn2+ + Cu → Zn + Cu2+
 Elektroda positif (+) dari sel dihubungkan dengan kutub positif (+) dari sumber arus listrik
 Elektroda negatif (-) dari sel dihubungkan dengan kutub negatif (-) dari sumber arus listrik

Pada elektroda positif (+)/anoda karena dihubungkan dengan  kutub positif (+) yang potensialnya lebih besar menyebabkan terjadi reaksi oksidasi dan elektron mengalir dari elektroda ini menuju ke sumber arus listrik. Elektron bergerak dari kutub negatif (-) sumber arus listrik ke elektroda negatif (-)/katoda sehingga menyebabkan terjadi reaksi reduksi.

Persamaan dan perbedaan sel volta dan sel elektrolisis :

Persamaan :
Anoda selalu terjadi reaksi oksidasi dengan kata lain elektroda yang terjadi reaksi oksidasi disebut anoda
Katoda selalu terjadi reaksi reduksi dengan kata lain elektroda yang terjadi reaksi reduksi disebut katoda


Perbedaan :
Pada Sel Volta 
merubah energi kimia menjadi energi listrik
Anoda (oksidasi) adalah elektroda negatif (-) dan katoda (reduksi) adalah elektroda positif (+)

Pada Sel Elektrolisis 
merubah energi listrik menjadi energi kimia
Anoda (oksidasi) adalah elektroda positif (+) dan katoda (reduksi) adalah elektroda negatif (-)

Reaksi-reaksi Sel Elektrolisis


Reaksi pada Katoda ( Reduksi Kation)
1.Bila kation dari golongan Alkali/ IA (Li+, Na+, K+), Alkali tanah/ IIA (Mg2+, Ca2+, Sr2+, Ba2+), Al3+ atau Mn2+ maka kation tersebut tidak direduksi namun air (H2O) yang direduksi. hal ini karena E°red H2O lebih besar dari ion-ion teraebut. Reaksi yang terjadi :

2H2O
(l) + 2e- → H2(g) + 2OH-(aq)


2. H+ dari suatu asam akan direduksi menjadi gas hidrogen (H2). Reaksi yang terjadi :

2H+(aq) + 2e- → H2(g)

3. Ion-ion logam lainnya yang tidak termasuk kelompok di atas direduksi lalu mengendap pada katoda.

Ni2+(aq) + 2e- → Ni(s)

Cu2+(aq) + 2e- → Cu(aq)

Ag+(aq) + e- → Ag(s)

4. Ion-ion lelehan atau leburan dari golongan alkali dan alkali tanah direduksi lalu mengendap pada katoda (karena lelehan/leburan tidak mengandung air).

Li+(aq) + e- → Li(s)

Ca2+(aq) + 2e- → Ca(s)


Reaksi pada Anoda (Oksidasi Anion)

1.  Bila elektrodanya non inert ( Ni, Cu, Ag dll) maka elektrodanya yang dioksidasi. contoh reaksinya :

Ni(s) → Ni2+(aq) + 2e-  

Cu(aq) → Cu2+(aq) + 2e-  

Ag(s) → Ag+(aq) + e-  

2. Bila elektrodanya inert ( C, Pt atau Au) maka elektrodanya tidak bereaksi dan bila anionnya :
a. Ion OH- dari basa maka reaksi yang terjadi :

4OH-(aq) → 2H2O(aq) + O2(g) + 4e-

b. Ion sisa asam yang mengandung oksigen (SO42-, NO3-, PO43- dll) tidak dioksidasi namun air (H2O) yang dioksidasi. karena E°oks H2O lebih besar dari sisa asam yang mengandung oksigen. Reaksi yang terjadi :

2H2O(aq) → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-

c. ion sisa asam yang tidak mengandung oksigen (Cl- , Br- , I- dll) akan dioksidasi.

2Cl-(s) → Cl2(g) + 2e-

2Br-(s) → Br2(g) + 2e-

setelah membaca dari beberapa sumber ternyata yang dituliskan dalam reaksi elektrolisis bukan hanya reaksi di katoda (+) dan anoda (-) saja, tetapi reaksi penguraiannya juga. sebagai gambaran saya beri beberapa contoh reaksi elektrolisis.
1. elektrolisis kalium iodida (KI) dengan elektroda C

                      KI                  → K+ + I-                               
 x2
Katoda (+)   : 2H2O(l) + 2e- → H2(g) + 2OH-(aq)
Anoda (-)     : 2I-(s)               → I2(g) + 2e-

                        2KI             → 2K+ + 2I-                             
Katoda (+)   : 2H2O(l) + 2e- → H2(g) + 2OH-(aq)
Anoda (-)     : 2I-(s)               → I2(g) + 2e-
--------------------------------------------------------
Reaksi sel     : 2KI + 2H2O  → 2K+ + 2OH- + I2 + H2
                      2KI + 2H2O  → 2KOH + I2 + H2

Pada katoda reaksi K diganti oleh H2O karena K tergolong dalan logam alkali.
dikalikan 2 ( 
x2 ) untuk menyamakan ion sejenis dan/atau elektron di ruas kiri dan kanan. kemudian setelah ion sejenis dan jumlah elektron di ruas kiri dan kanan sama dapat dicoret. Yang tidak dicoret itulah reaksi selnya. Pada reaksi-reaksi selanjutnya tidak saya beri keterangan yang penting perhatikan aturan-aturan reaksi pada katoda dan anoda yang telah dibahas sebelumnya.

2. elektrolisis larutan AgNO
3 dengan elektroda Pt

                     AgNO
3        →  Ag+ + NO3-                                     x4    
Katoda (+)   : Ag+(aq) + e-  → Ag(s)                                                                   x4
Anoda (-)     : 2H2O(aq)     → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-                            x1


                      4AgNO
3                       → 4Ag+ + 4NO3-                                         
Katoda (+)   : 4Ag+(aq) + 4e-                    → 4Ag(s)                                                                   
Anoda (-)     : 2H2O(aq)                       → 4H+(aq) + O2(g) + 4e-                          
--------------------------------------------------------------------------
Reaksi sel     : 4AgNO
3(aq) + 2H2O(aq) → 4Ag(s) + 4H+(aq) + 4NO3- + O2(g)
                      4AgNO3(aq) + 2H2O(aq) → 4Ag(s) + 4HNO3 + O2(g)

3. elektrolisi leburan NaCl dengan elektroda Cu ( ingat Cu tidak inert)

                      NaCl           → Na+
 + Cl-                                                       x2
Katoda (+)   : Na+(aq) + e-  → Na(s)                                                                  x2
Anoda (-)     : Cu(aq)          → Cu2+(aq) + 2e-                                     x1

                      2NaCl               → 2Na+
 + 2Cl-                                                    
Katoda (+)   : 2Na+(aq) + 2e-    → 2Na(s)                                                              
Anoda (-)     : Cu(aq)                 → Cu2+(aq) + 2e-                                   

Reaksi sel     : 2NaCl  + Cu
(aq) → 2Na(s) + Cu2+ +  2Cl-  
                      2NaCl  + Cu(aq) → 2Na(s) + CuCl2